Kisah Pencekikan di Jumat Pagi
detikcom - 48 menit laluKirimKirim via YMCetak.
Jumat (8/1/2010) pagi, suasana Pulogadung Trade Center (PTC) masih sepi. Baekuni alias Babe (49) baru menyiapkan dagangan rokoknya di gerbang depan PTC. Tiba-tiba seorang pria datang dengan amarah. Babe dan pria itu adu mulut dan Babe dicekik. "Nggak tahu! Nggak tahu!" kata Babe sambil berusaha melepaskan tangan kuat di lehernya.
Pria itu berhasil menguasai emosinya. Satpam di pintu masuk PTC tidak jadi mendekat untuk melerai, hanya melihat dari kejauhan. Pria itu pun meninggalkan Babe sendirian dengan perasaan masih kesal. Dia adalah ayah Ardiansyah, bocah 9 tahun yang ditemukan tewas terpotong-potong. Potongan tubuh sang anak, ditemukan selepas subuh pagi hari itu. Emosinya meledak.
"Kalau kejadiannya siang, mungkin sudah dikerubuti orang-orang. Kalau sampai jadi berkelahi juga pasti kita pisah," ujar Agus, petugas keamanan PTC saat ditemui detikcom, Kamis (14/01/2010).
Babe kena batunya. Sudah 6 anak jalanan yang dia bunuh sebelumnya. Namun Ardiansyah yang menjadi korban ketujuh, ternyata berbeda. Boleh saja Babe menganggap Ardianysah anak jalanan, tapi bukan berarti Ardiansyah luput dari pengawasan orang tuanya. Satpam PTC pun tahu ayah Ardiansyah bekerja sebagai tenaga kasar sebuah perusahaan ekspedisi di ruko kompleks PTC. Sang ayah tahu dengan siapa Ardiansyah main. Termasuk tahu, dimana Ardiansyah menghabiskan malam.
Faktor laporan keluarga pula yang membuat polisi cepat mengungkap kasus ini. Keluarga Ardiansyah jelas mencurigai Babe yang sering menampung anaknya. Berdasarkan pengakuan Babe kepada polisi, dia memang membunuh Ardiansyah. Empat potongan tubuh korban ditemukan warga di Banjir Kanal Timur (BKT) pada Jumat (8/1/2010) pukul 05.45 WIB. Pada Jumat malam, polisi langsung mencokok Babe.
"Identitas korban diketahui setelah ibu dan kakak korban mengenali tanda yang ada di lengan kanan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy
Rafli, dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (9/1/2010).
Setelah ditangkap Jumat malam, Babe pun akhirnya bernyanyi dimana dia membuang kepala Ardiansyah. Pada Sabtu pagi, kepala bocah itu ditemukan di jembatan dekat terminal Pulogadung. Kapolres Jaktim Kombes Hasanuddin yang ditemui wartawan di RS Polri Kramajati, Jaktim, langsung membenarkan tim forensik sedang mencocokan kepala dan badan korban. Sementara pihak keluarga menunggu. Begitu cocok, Polda Metro Jaya pun segera menggelar jumpa pers. Kasus pun terungkap sudah.
Namun ternyata, cerita tidak berhenti di situ. Pendalaman polisi mengungkapkan ada tujuh bocah yang dibunuh Babe. Empat bocah malah dimutilasi. Semua korban dibunuh karena menolak disodomi. Ironisnya, Babe pun adalah korban sodomi di masa kecilnya. Tragedi itu terjadi, pada saat dia seumuran dengan para korbannya, yakni 12 tahun.
Psikolog UI Sarlito Wirawan yang memeriksa Babe menyimpulkan, pria setengah baya itu waras. Namun Babe adalah seorang homoseks bawaan yang justru tidak bisa terangsang pada perempuan. Babe juga adalah seorang paedofil yang menyukai anak kecil. Bahkan Sarlito menilai Babe seorang necrofil, yang cukup jarang terungkap di Indonesia, menyukai berhubungan dengan mayat.
"Terlalu cepat kalau menyimpulkan Babe seorang psikopat," kata Sarlito di Polda Metro Jaya, Kamis (14/1/2010) kemarin.
Bagi para satpam PTC, penangkapan Babe memang langsung mengingatkan pada peristiwa Jumat lalu. Saat itu mereka masih bingung kenapa ayah Ardiansyah mencekik Babe. Kini, hal itu jelas sudah duduk perkaranya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar