EMPAT NELAYAN RI DIPULANGKAN KE TANAH AIR JUMAT
Jakarta (ANTARA) - Empat nelayan Indonesia yang berada di tahanan Reman, Johor Bahru, telah diserahkan kepada Konjen RI hari Jumat untuk dipulangkan kembali ke tanah air.
Berdasarkan keterangan tertulis dari Kementrian Luar Negeri yang diterima, Jumat, keempat nelayan itu adalah Che Rin (51), Lau Tin Guan (58), Ee Ang (50) dan Adi (35).
Keempat nelayan itu direncanakan akan diantar Pejabat KJRI Johor Bahru ke pelabuhan Kukup di Pontiam (sekitar 80 km dari Johor Bahru) hari ini sekitar pukul 14.00 (waktu Malaysia) atau 13.00 (WIB).
Dari pelabuhan Kukup, keempat nelayan tersebut akan diberangkatkan dengan ferry ke pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Berdasarkan hasil analisa terhadap fakta awal insiden karamnya kapal nelayan Indonesia, lokasi kejadian terjadi di wilayah perairan Malaysia.
Menurut informasi yang diperoleh dari Konjen RI, kondisi keempat nelayan tersebut dalam keadaan baik.
"Dalam pengakuannya, mereka tidak ditangkap tapi ditolong pihak kepolisian Johor dan dititipkan di Balai Polisi Air Molek Johor dan besok. Setelah proses adminstrasi selesai sudah bisa kembali ke Indonesia" kata Konsulat Jendral Indonesia di Johor Baru, Jonas L Tobing.
Sebelumnya, diberitakan bahwa kapal nelayan tersebut ditabrak kapal polisi air Malaysia hingga hancur. Koordinat terjadinya insiden sendiri belum diketahui karena kapal tersebut tidak memiliki sistem navigasi.
Sementara Komandan Pangkapalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun, Letkol (P) Fauzi melalui Perwira Seksi Intelijen, Kapten (P) Joko Santoso mengatakan, kapal nelayan 4 GT asal Sungai Pasir, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Riau itu menerobos perairan Malaysia.
"GPS KM Sunjaya yang membantu menarik kapal kembali ke Sungai Pasir. Awalnya mereka berada pada koordinat 1 19 838 Utara-103 04 200 Timur," katanya.
Tempat kejadian perkara (TKP) berada pada koordinat 1 23 942 Utara- 103 07 200 Timur, tambahnya di Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun. Kepulauan Riau.
Pada koordinat pertama yang disebutkannya berdasarkan peta terbitan Badan Hidro Oseonografi No.13/2009, posisi nelayan itu berada sekitar 1 mil di perairan Malaysia.
Kemudian pada koordinat kedua TKP nya berada sekitar 5 mil di perairan Malaysia dan pada koordinat ketiga 1 22 946 setelah kejadian para nelayan kembali perairan Indonesia.
Dia berharap, dinas berwenang mensosialisasikan dengan baik tentang batas wilayah negara pada nelayan, sehingga kesalahan yang sama tidak terulang di masa mendatang, ujarnya.
BERITA TERBARU
Jumat, 08 Oktober 2010
Semburan Baru Lumpur Lapindo Terbakar
Sidoarjo (ANTARA) - Semburan baru lumpur Lapindo yang ada di belakang Pos Pantau Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) terbakar didiuga dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
Humas BPLS Achmad Zulkarnaen, Jumat, mengatakan, kebakaran yang ada di semburan baru tersebut merupakan kali kesekian setelah sebelumnya juga terjadi kebakaran semburan baru yang ada di Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Sidoarjo.
"Kebakaran semburan baru ini dikarenakan adanya gas metan yang keluar bersamaan dengan semburan air dan lumpur dari dalam tanah," katanya.
Terkait dengan adanya semburan baru tersebut BPLS tidak melakukan pemadaman karena semburan tersebut lokasinya berada di ruang terbuka.
"Karena lokasinya berada di tempat terbuka, maka kami tidak melakukan pemadaman karena kami menilai kebakaran semburan tersebut tidak berbahaya," katanya.
Namun demikian, dirinya memprediksi semburan tersebut tidak akan berlangasung lama mengingat tekanan gas yang keluar semakin menyusut.
"Meski kami tidak melakukan pemadaman, kami tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi kebakaran semburan tersebut untuk melihat kondisi terbaru," katanya.
Menurutnya, jika memang pada perkembangannya terjadi peningkatan intensitas gas yang keluar, maka BPLS akan melakukan pemadaman.
Ia mencatat semburan baru yang ada di kawasan tersebut merupakan semburan baru yang ke 194 setelah sebelumnya juga ada semburan baru di kawasan Desa Besuki, Kecamatan Jabon.
Banyaknya semburan baru ini, kata dia, disebabkan adanya tekanan gas dan air yang muncul dari dalam tanah.
Selain itu, semburan baru tersebut juga dipengaruhi oleh adanya penurunan tanah yang terjadi di sekitar lokasi pusat semburan.
"Semburan baru yang muncul saat ini sekitar 60 persen di antaranya sudah tidak aktif," katanya.
Ia juga meminta kepada warga masyarakat untuk tidak menyalakan api di sekitar lokasi semburan baru karena masih berpotensi terjadinya kebakaran mengingat gas metan yang keluar masih tinggi.
"Kalau lokasi semburan tersebut berada di daerah terbuka tidak masalah. Namun, kalau lokasinya berada di sekitar pemukiman warga itu yang menjadi soal," katanya.
Menurutnya, semburan baru yang ada di sekitar lokasi pusat semburan ini masih berpotensi terjadinya kebakaran.
Sebelumnya salah satunya semburan gas di kawasan Siring Barat terbakar dan menyebabkan dua orang luka-luka.
Sidoarjo (ANTARA) - Semburan baru lumpur Lapindo yang ada di belakang Pos Pantau Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) terbakar didiuga dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
Humas BPLS Achmad Zulkarnaen, Jumat, mengatakan, kebakaran yang ada di semburan baru tersebut merupakan kali kesekian setelah sebelumnya juga terjadi kebakaran semburan baru yang ada di Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Sidoarjo.
"Kebakaran semburan baru ini dikarenakan adanya gas metan yang keluar bersamaan dengan semburan air dan lumpur dari dalam tanah," katanya.
Terkait dengan adanya semburan baru tersebut BPLS tidak melakukan pemadaman karena semburan tersebut lokasinya berada di ruang terbuka.
"Karena lokasinya berada di tempat terbuka, maka kami tidak melakukan pemadaman karena kami menilai kebakaran semburan tersebut tidak berbahaya," katanya.
Namun demikian, dirinya memprediksi semburan tersebut tidak akan berlangasung lama mengingat tekanan gas yang keluar semakin menyusut.
"Meski kami tidak melakukan pemadaman, kami tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi kebakaran semburan tersebut untuk melihat kondisi terbaru," katanya.
Menurutnya, jika memang pada perkembangannya terjadi peningkatan intensitas gas yang keluar, maka BPLS akan melakukan pemadaman.
Ia mencatat semburan baru yang ada di kawasan tersebut merupakan semburan baru yang ke 194 setelah sebelumnya juga ada semburan baru di kawasan Desa Besuki, Kecamatan Jabon.
Banyaknya semburan baru ini, kata dia, disebabkan adanya tekanan gas dan air yang muncul dari dalam tanah.
Selain itu, semburan baru tersebut juga dipengaruhi oleh adanya penurunan tanah yang terjadi di sekitar lokasi pusat semburan.
"Semburan baru yang muncul saat ini sekitar 60 persen di antaranya sudah tidak aktif," katanya.
Ia juga meminta kepada warga masyarakat untuk tidak menyalakan api di sekitar lokasi semburan baru karena masih berpotensi terjadinya kebakaran mengingat gas metan yang keluar masih tinggi.
"Kalau lokasi semburan tersebut berada di daerah terbuka tidak masalah. Namun, kalau lokasinya berada di sekitar pemukiman warga itu yang menjadi soal," katanya.
Menurutnya, semburan baru yang ada di sekitar lokasi pusat semburan ini masih berpotensi terjadinya kebakaran.
Sebelumnya salah satunya semburan gas di kawasan Siring Barat terbakar dan menyebabkan dua orang luka-luka.
Jumat, 04 Juni 2010
Penyelundupan Telepon Genggam Digagalkan
Batam: Upaya penyelundupan ribuan telepon genggam dari Jurong, Singapura, belum lama ini digagalkan TNI Angkatan Laut Pangkalan AL Batam, Kepulauan Riau. Sebanyak 1.250 unit telepon genggam berbagai merek itu dibawa dari Singapura menggunakan speed boat berkecepatan tinggi. Petugas sudah mengejar pelaku dari perairan Batam, namun speed pelaku kecepatannya melebihi patroli TNI AL.
Tersangka Indra dan Subri akhirnya berhasil ditangkap personel yang sudah menunggu di lokasi pendaratan, meski mereka sempat mencoba melarikan diri. Pelaku dan barang bukti selanjutnya dibawa ke markas TNI AL di Tanjung Sengkuang, Batam.
Batam: Upaya penyelundupan ribuan telepon genggam dari Jurong, Singapura, belum lama ini digagalkan TNI Angkatan Laut Pangkalan AL Batam, Kepulauan Riau. Sebanyak 1.250 unit telepon genggam berbagai merek itu dibawa dari Singapura menggunakan speed boat berkecepatan tinggi. Petugas sudah mengejar pelaku dari perairan Batam, namun speed pelaku kecepatannya melebihi patroli TNI AL.
Tersangka Indra dan Subri akhirnya berhasil ditangkap personel yang sudah menunggu di lokasi pendaratan, meski mereka sempat mencoba melarikan diri. Pelaku dan barang bukti selanjutnya dibawa ke markas TNI AL di Tanjung Sengkuang, Batam.
Rabu, 19 Mei 2010
Polri Bidik Susno Kasus Dana Pemilukada Jabar
[Polri Bidik Susno Kasus Dana Pemilukada Jabar] Polri Bidik Susno Kasus Dana Pemilukada Jabar
Jakarta (ANTARA) - Tim penyidik Polri sedang membidik mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Pol Susno Duadji dalam kasus dugaan korupsi pengamanan Pemilukada Jawa Barat, 2008.
Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi Djuni Sanyoto di Jakarta, Rabu, menjelaskan, kasus itu masih dalam proses penyidikan.
"Belum ada tersangka dalam kasus ini. Kami sedang memeriksa para saksi-saksi dulu. Penyidikan kan tidak harus ada tersangka terlebih dulu," kata Ito.
Ia mengatakan, penyidik Polri telah meminta kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit dana itu.
"Jumlah kerugian negara belum diketahui secara pasti karena masih diaudit. Mudah-mudahan minggu depan sudah ada hasil audit," katanya.
Setelah hasil audit keluar, katanya, penyidik akan memanggil keterangan saksi lagi untuk menentukan tersangka.
Ito mengakui bahwa penyidik Polri telah meminta keterangan kepada mantan anak buah Susno di Polda Jawa Barat sebagai saksi.
Keterangan yang dihimpun ANTARA menyebutkan,Polda Jawa Barat menerima dana Rp27 miliar untuk pengamanan Pemilukada Jawa Barat 2008.
Saat itu, Susno menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat.
Diduga, sebagian dana itu tidak dipakai untuk pengamanan Pemilukada tapi dipakai untuk kepentingan yang lain.
[Polri Bidik Susno Kasus Dana Pemilukada Jabar] Polri Bidik Susno Kasus Dana Pemilukada Jabar
Jakarta (ANTARA) - Tim penyidik Polri sedang membidik mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Pol Susno Duadji dalam kasus dugaan korupsi pengamanan Pemilukada Jawa Barat, 2008.
Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi Djuni Sanyoto di Jakarta, Rabu, menjelaskan, kasus itu masih dalam proses penyidikan.
"Belum ada tersangka dalam kasus ini. Kami sedang memeriksa para saksi-saksi dulu. Penyidikan kan tidak harus ada tersangka terlebih dulu," kata Ito.
Ia mengatakan, penyidik Polri telah meminta kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit dana itu.
"Jumlah kerugian negara belum diketahui secara pasti karena masih diaudit. Mudah-mudahan minggu depan sudah ada hasil audit," katanya.
Setelah hasil audit keluar, katanya, penyidik akan memanggil keterangan saksi lagi untuk menentukan tersangka.
Ito mengakui bahwa penyidik Polri telah meminta keterangan kepada mantan anak buah Susno di Polda Jawa Barat sebagai saksi.
Keterangan yang dihimpun ANTARA menyebutkan,Polda Jawa Barat menerima dana Rp27 miliar untuk pengamanan Pemilukada Jawa Barat 2008.
Saat itu, Susno menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat.
Diduga, sebagian dana itu tidak dipakai untuk pengamanan Pemilukada tapi dipakai untuk kepentingan yang lain.
DKI Urungkan Niat Buat Jalur Sepeda
Pemerintah DKI Jakarta mengurungkan niatnya untuk membuat jalur sepeda. Alasannya, pengguna sepeda di Jakarta masih sedikit.
"Sekarang jumlah pengguna sepeda masih sedikit, kalau sudah banyak baru kita buatkan," ujar Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo usai menghadiri Loka Karya Lalu Lintas di Hotel Bidakara, Selasa 18 Mei 2010.
Sementara itu, Pemerintah Kota Jakarta Selatan terus melakukan sosialiasi untuk mengajak masyarakat bersepeda. Salah satunya pembangunan jalur sepeda di kawasan Pondok Indah.
Wali Kota Jakarta Selatan Syahrul Effendi di tempat yang sama, mengatakan, saat ini akan dilakukan pembangunan jalur sepeda untuk lingkungan. Karena, masih melakukan sosialisasi untuk penambahan pengguna.
"Seperti kata Pak Gubernur, kalau mau membuat jalur sepeda maka harus ada komunitas yang menggunakan," ujarnya.
Dia melanjutkan, dalam pelaksanaannya nanti diharapkan bisa melibatkan semua pihak mulai dari masyarakat dan pemerintah kota. "Kita sentuh lingkungannya terlebih dahulu, kalau sudah banyak baru kita ajukan kembali pembangunan jalur sepeda," imbuh Syahrul.
Selain di lingkungan, pihaknya juga menggiatkan penggunaan sepeda di sekolah dan perkantoran. Menurut dia, perkantoran dan sekolah sangat penting jadi sarana sosialisasi karena pengguna sepeda di lingkungan perkantoran dan sekolah cukup banyak.
"Sudah ada beberapa kantor yang menyediakan sepeda untuk keperluan karyawannya, khususnya untuk jarak dekat. Selain itu, fasilitas untuk pengguna sepeda juga sudah ada di beberapa perkantoran," tegasnya.
Sedangkan untuk sekolah juga sudah diminta untuk membuat parkiran khusus sepeda. "Kalau sudah banyak baru kita buatkan," ujar Syahrul.
Pemerintah DKI Jakarta mengurungkan niatnya untuk membuat jalur sepeda. Alasannya, pengguna sepeda di Jakarta masih sedikit.
"Sekarang jumlah pengguna sepeda masih sedikit, kalau sudah banyak baru kita buatkan," ujar Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo usai menghadiri Loka Karya Lalu Lintas di Hotel Bidakara, Selasa 18 Mei 2010.
Sementara itu, Pemerintah Kota Jakarta Selatan terus melakukan sosialiasi untuk mengajak masyarakat bersepeda. Salah satunya pembangunan jalur sepeda di kawasan Pondok Indah.
Wali Kota Jakarta Selatan Syahrul Effendi di tempat yang sama, mengatakan, saat ini akan dilakukan pembangunan jalur sepeda untuk lingkungan. Karena, masih melakukan sosialisasi untuk penambahan pengguna.
"Seperti kata Pak Gubernur, kalau mau membuat jalur sepeda maka harus ada komunitas yang menggunakan," ujarnya.
Dia melanjutkan, dalam pelaksanaannya nanti diharapkan bisa melibatkan semua pihak mulai dari masyarakat dan pemerintah kota. "Kita sentuh lingkungannya terlebih dahulu, kalau sudah banyak baru kita ajukan kembali pembangunan jalur sepeda," imbuh Syahrul.
Selain di lingkungan, pihaknya juga menggiatkan penggunaan sepeda di sekolah dan perkantoran. Menurut dia, perkantoran dan sekolah sangat penting jadi sarana sosialisasi karena pengguna sepeda di lingkungan perkantoran dan sekolah cukup banyak.
"Sudah ada beberapa kantor yang menyediakan sepeda untuk keperluan karyawannya, khususnya untuk jarak dekat. Selain itu, fasilitas untuk pengguna sepeda juga sudah ada di beberapa perkantoran," tegasnya.
Sedangkan untuk sekolah juga sudah diminta untuk membuat parkiran khusus sepeda. "Kalau sudah banyak baru kita buatkan," ujar Syahrul.
Kamis, 01 April 2010
Kak Seto Minta UN Dievaluasi
[Kak Seto Minta UN Dievaluasi] Kak Seto Minta UN Dievaluasi
Liputan6.com, Yogyakarta: Pemerhati anak, Seto Mulyadi, menilai perlu evaluasi terhadap efektifitas ujian nasional sebagai penentu kelulusan siswa. "Apa betul UN dapat meningkatkan kualitas pendidikan Saya sangat berharap, ada semacam introspeksi terhadap UN sebagai tolok ukur keberhasilan pendidikan," kata Seto Mulyadi.
Di sela-sela acara pengenalan obat generik berlogo di Pendopo Taman Siswa Yogyakarta, Kamis (1/4), lelaki yang akrab disapa Kak Seto ini mengatakan, UN seharusnya bukan menjadi penentu keberhasilan pelajar dalam menempuh pendidikan. Namun UN untuk melakukan pemetaan terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.
Ia mengatakan keberhasilan pendidikan tidak bisa dinilai hanya dari hasil ujian selama beberapa hari, tapi harus dari seluruh proses yang menyertainya. "Artinya, yang dinilai bukan potret hasil ujian selama tiga atau empat hari, tetapi film yang menggambarkan perkembangan anak dari awal hingga akhir. Ini lebih fair," katanya.
Lebih jauh Seto Mulyadi mengatakan, banyak pihak yang merasa keberatan apabila ujian nasional dijadikan sebagai satu-satunya penentu kelulusan siswa dari satuan pendidikan. "Pendidikan adalah bagaimana mengembangkan kreativitas anak, dan bukan meminta anak untuk menjawab soal pilihan," kata Kak Seto.(JUM/Ant)
[Kak Seto Minta UN Dievaluasi] Kak Seto Minta UN Dievaluasi
Liputan6.com, Yogyakarta: Pemerhati anak, Seto Mulyadi, menilai perlu evaluasi terhadap efektifitas ujian nasional sebagai penentu kelulusan siswa. "Apa betul UN dapat meningkatkan kualitas pendidikan Saya sangat berharap, ada semacam introspeksi terhadap UN sebagai tolok ukur keberhasilan pendidikan," kata Seto Mulyadi.
Di sela-sela acara pengenalan obat generik berlogo di Pendopo Taman Siswa Yogyakarta, Kamis (1/4), lelaki yang akrab disapa Kak Seto ini mengatakan, UN seharusnya bukan menjadi penentu keberhasilan pelajar dalam menempuh pendidikan. Namun UN untuk melakukan pemetaan terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.
Ia mengatakan keberhasilan pendidikan tidak bisa dinilai hanya dari hasil ujian selama beberapa hari, tapi harus dari seluruh proses yang menyertainya. "Artinya, yang dinilai bukan potret hasil ujian selama tiga atau empat hari, tetapi film yang menggambarkan perkembangan anak dari awal hingga akhir. Ini lebih fair," katanya.
Lebih jauh Seto Mulyadi mengatakan, banyak pihak yang merasa keberatan apabila ujian nasional dijadikan sebagai satu-satunya penentu kelulusan siswa dari satuan pendidikan. "Pendidikan adalah bagaimana mengembangkan kreativitas anak, dan bukan meminta anak untuk menjawab soal pilihan," kata Kak Seto.(JUM/Ant)
Rabu, 31 Maret 2010
Kak Seto: SW Alami 3 Kekerasan Sekaligus
[Kak Seto: SW Alami 3 Kekerasan Sekaligus] Kak Seto: SW Alami 3 Kekerasan Sekaligus
Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi prihatin dengan video di Youtube yang berisi anak kecil merokok dan berbicara cabul. SW, bocah yang belum genap 4 tahun, itu mengalami tiga kekerasan sekaligus.
Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi prihatin dengan video di Youtube yang berisi anak kecil merokok dan berbicara cabul. SW, bocah yang belum genap 4 tahun, itu mengalami tiga kekerasan sekaligus.
"Sudah secara psikologis diajari sesuatu yang tidak sesuai umur, dia juga diajari sesuatu yang membahayakan kesehatannya yaitu merokok," kata pria yang akrab disapa Kak Seto ini saat berbincang dengan detikcom, Rabu (31/3/2010).
Yang lebih parah, SW juga mengalami kekerasan yang disebut eksploitasi anak. Dengan tingkah polah SW yang tidak biasa itu, orang-orang jadi ingin melihat.
"Lalu terjadilah eksploitasi. Ini memprihatinkan," kata Kak Seto.
Lalu siapa yang salah? Kak Seto mengaku tidak ingin menyalahkan orang tua sepenuhnya. Menurutnya, kondisi lingkungan tempat SW tinggal juga sangat berpengaruh.
"Menyalahkan orang tua sepenuhnya tentu juga tidak bisa. Kita harus lihat apakah lingkungannya juga membiarkan atau tidak," kata Kak Seto.
Video yang memperlihatkan SW sedang merokok dan berbicara kotor muncul di Youtube dengan 'Anak Kecil Berbicara Kotor Dan Merokok! Dari Surabaya!'. Di dalam video berdurasi 3.29 detik itu, SW tampak menjawab pertanyaan sejumlah orang dewasa yang merekamnya.
SW tampak sangat fasih merokok. Buktinya, balita itu bisa mengeluarkan asap rokok dengan bentuk menyerupai cincin. SW juga sangat lugas menyebut alat kelamin perempuan dan laki-laki. Sementara sejumlah orang dewasa di sekitarnya tertawa terbahak-bahak.
[Kak Seto: SW Alami 3 Kekerasan Sekaligus] Kak Seto: SW Alami 3 Kekerasan Sekaligus
Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi prihatin dengan video di Youtube yang berisi anak kecil merokok dan berbicara cabul. SW, bocah yang belum genap 4 tahun, itu mengalami tiga kekerasan sekaligus.
Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi prihatin dengan video di Youtube yang berisi anak kecil merokok dan berbicara cabul. SW, bocah yang belum genap 4 tahun, itu mengalami tiga kekerasan sekaligus.
"Sudah secara psikologis diajari sesuatu yang tidak sesuai umur, dia juga diajari sesuatu yang membahayakan kesehatannya yaitu merokok," kata pria yang akrab disapa Kak Seto ini saat berbincang dengan detikcom, Rabu (31/3/2010).
Yang lebih parah, SW juga mengalami kekerasan yang disebut eksploitasi anak. Dengan tingkah polah SW yang tidak biasa itu, orang-orang jadi ingin melihat.
"Lalu terjadilah eksploitasi. Ini memprihatinkan," kata Kak Seto.
Lalu siapa yang salah? Kak Seto mengaku tidak ingin menyalahkan orang tua sepenuhnya. Menurutnya, kondisi lingkungan tempat SW tinggal juga sangat berpengaruh.
"Menyalahkan orang tua sepenuhnya tentu juga tidak bisa. Kita harus lihat apakah lingkungannya juga membiarkan atau tidak," kata Kak Seto.
Video yang memperlihatkan SW sedang merokok dan berbicara kotor muncul di Youtube dengan 'Anak Kecil Berbicara Kotor Dan Merokok! Dari Surabaya!'. Di dalam video berdurasi 3.29 detik itu, SW tampak menjawab pertanyaan sejumlah orang dewasa yang merekamnya.
SW tampak sangat fasih merokok. Buktinya, balita itu bisa mengeluarkan asap rokok dengan bentuk menyerupai cincin. SW juga sangat lugas menyebut alat kelamin perempuan dan laki-laki. Sementara sejumlah orang dewasa di sekitarnya tertawa terbahak-bahak.
Langganan:
Postingan (Atom)