Polri Bidik Susno Kasus Dana Pemilukada Jabar
[Polri Bidik Susno Kasus Dana Pemilukada Jabar] Polri Bidik Susno Kasus Dana Pemilukada Jabar
Jakarta (ANTARA) - Tim penyidik Polri sedang membidik mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Pol Susno Duadji dalam kasus dugaan korupsi pengamanan Pemilukada Jawa Barat, 2008.
Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi Djuni Sanyoto di Jakarta, Rabu, menjelaskan, kasus itu masih dalam proses penyidikan.
"Belum ada tersangka dalam kasus ini. Kami sedang memeriksa para saksi-saksi dulu. Penyidikan kan tidak harus ada tersangka terlebih dulu," kata Ito.
Ia mengatakan, penyidik Polri telah meminta kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit dana itu.
"Jumlah kerugian negara belum diketahui secara pasti karena masih diaudit. Mudah-mudahan minggu depan sudah ada hasil audit," katanya.
Setelah hasil audit keluar, katanya, penyidik akan memanggil keterangan saksi lagi untuk menentukan tersangka.
Ito mengakui bahwa penyidik Polri telah meminta keterangan kepada mantan anak buah Susno di Polda Jawa Barat sebagai saksi.
Keterangan yang dihimpun ANTARA menyebutkan,Polda Jawa Barat menerima dana Rp27 miliar untuk pengamanan Pemilukada Jawa Barat 2008.
Saat itu, Susno menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat.
Diduga, sebagian dana itu tidak dipakai untuk pengamanan Pemilukada tapi dipakai untuk kepentingan yang lain.
Rabu, 19 Mei 2010
DKI Urungkan Niat Buat Jalur Sepeda
Pemerintah DKI Jakarta mengurungkan niatnya untuk membuat jalur sepeda. Alasannya, pengguna sepeda di Jakarta masih sedikit.
"Sekarang jumlah pengguna sepeda masih sedikit, kalau sudah banyak baru kita buatkan," ujar Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo usai menghadiri Loka Karya Lalu Lintas di Hotel Bidakara, Selasa 18 Mei 2010.
Sementara itu, Pemerintah Kota Jakarta Selatan terus melakukan sosialiasi untuk mengajak masyarakat bersepeda. Salah satunya pembangunan jalur sepeda di kawasan Pondok Indah.
Wali Kota Jakarta Selatan Syahrul Effendi di tempat yang sama, mengatakan, saat ini akan dilakukan pembangunan jalur sepeda untuk lingkungan. Karena, masih melakukan sosialisasi untuk penambahan pengguna.
"Seperti kata Pak Gubernur, kalau mau membuat jalur sepeda maka harus ada komunitas yang menggunakan," ujarnya.
Dia melanjutkan, dalam pelaksanaannya nanti diharapkan bisa melibatkan semua pihak mulai dari masyarakat dan pemerintah kota. "Kita sentuh lingkungannya terlebih dahulu, kalau sudah banyak baru kita ajukan kembali pembangunan jalur sepeda," imbuh Syahrul.
Selain di lingkungan, pihaknya juga menggiatkan penggunaan sepeda di sekolah dan perkantoran. Menurut dia, perkantoran dan sekolah sangat penting jadi sarana sosialisasi karena pengguna sepeda di lingkungan perkantoran dan sekolah cukup banyak.
"Sudah ada beberapa kantor yang menyediakan sepeda untuk keperluan karyawannya, khususnya untuk jarak dekat. Selain itu, fasilitas untuk pengguna sepeda juga sudah ada di beberapa perkantoran," tegasnya.
Sedangkan untuk sekolah juga sudah diminta untuk membuat parkiran khusus sepeda. "Kalau sudah banyak baru kita buatkan," ujar Syahrul.
Pemerintah DKI Jakarta mengurungkan niatnya untuk membuat jalur sepeda. Alasannya, pengguna sepeda di Jakarta masih sedikit.
"Sekarang jumlah pengguna sepeda masih sedikit, kalau sudah banyak baru kita buatkan," ujar Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo usai menghadiri Loka Karya Lalu Lintas di Hotel Bidakara, Selasa 18 Mei 2010.
Sementara itu, Pemerintah Kota Jakarta Selatan terus melakukan sosialiasi untuk mengajak masyarakat bersepeda. Salah satunya pembangunan jalur sepeda di kawasan Pondok Indah.
Wali Kota Jakarta Selatan Syahrul Effendi di tempat yang sama, mengatakan, saat ini akan dilakukan pembangunan jalur sepeda untuk lingkungan. Karena, masih melakukan sosialisasi untuk penambahan pengguna.
"Seperti kata Pak Gubernur, kalau mau membuat jalur sepeda maka harus ada komunitas yang menggunakan," ujarnya.
Dia melanjutkan, dalam pelaksanaannya nanti diharapkan bisa melibatkan semua pihak mulai dari masyarakat dan pemerintah kota. "Kita sentuh lingkungannya terlebih dahulu, kalau sudah banyak baru kita ajukan kembali pembangunan jalur sepeda," imbuh Syahrul.
Selain di lingkungan, pihaknya juga menggiatkan penggunaan sepeda di sekolah dan perkantoran. Menurut dia, perkantoran dan sekolah sangat penting jadi sarana sosialisasi karena pengguna sepeda di lingkungan perkantoran dan sekolah cukup banyak.
"Sudah ada beberapa kantor yang menyediakan sepeda untuk keperluan karyawannya, khususnya untuk jarak dekat. Selain itu, fasilitas untuk pengguna sepeda juga sudah ada di beberapa perkantoran," tegasnya.
Sedangkan untuk sekolah juga sudah diminta untuk membuat parkiran khusus sepeda. "Kalau sudah banyak baru kita buatkan," ujar Syahrul.
Langganan:
Postingan (Atom)